Rabu, 05 Desember 2012

Nyatanya, Cinta dan Sayang Itu Beda



                Well, I come back. Kadang, orang-orang menafsirkan hal ini ketika mereka berbicara masalah cinta. Cinta dan sayang itu sama. Kamu mencintai berarti kamu menyayangi. Benarkah? Saya rasa tidak begitu juga adanya.
Dalam Islam, jelas dikenal… Mawwadah dan Ar-Rahmah. Kedua kata itu berarti cinta dan sayang. Jelas kedua kata itu nampak berbeda dari segi etiologi, apalagi lebih dalam lagi ya.
Well, dalam hal ini ada sedikit hal tentang Mawwadah atau Cinta yang akan coba saya uraikan menurut pendapat saya. Cinta dalam hal ini berawal dari sebuah pertemuan, entah itu pertemuan yang disengaja atau tidak sengaja dan di sana timbul suatu rasa yang pada dasarnya memang sulit dijelaskan dengan logika. Oke, setelah pertemuan terjadi, akan ada rasa simpatik satu sama lain yang didasari oleh kasih sayang dan cinta yang dimaksudkan di sini adalah cinta lawan jenis.
Then… Ar-Rahmah atau Sayang. Dalam hal ini, yang dimaksudkan adalah sayang karena ada rasa kasihan. Tentu saja tidak ada rasa sayang yang menyakitkan. Misalnya pada beberapa kejadian dimana, “Aku lakuin ini semua karena aku sayang sama kamu!” padahal jelas-jelas sikapnya menyakiti hati. Menurut saya, itu bukan cinta… bukan sayang…
Ketika seorang Ibu yang memukul anaknya lalu mengatakan, “aku memukulmu karena aku menyayangimu” ada satu sisi yang membenarkan pendapat ini. Karena, orang tua berhak memperlakukan anaknya, mendidiknya dengan benar, jika memang dengan cara seperti itu bisa membuat sang anak terdidik dan memperbaiki sikapnya, itu masih dalam naungan kasih sayang.
Well, Ar-Rahmah atau Sayang dalam hal ini berarti curahan rahmat. Well, curahan rahmat yang diberikan oleh Allah swt. kepada makhluk-Nya dengan mencurahkan cinta di antara mereka.
Islam itu indah, ya, ternyata. Apa yang kita butuhkan ada di sini. Tentang cinta dan sayang yang seringkali membuat lidah kelu untuk berucap. Cinta dan sayang memang sama… tapi faktanya…
“Yang terlihat gak seperti yang terlihat”
Yups, apa yang kita lihat di luar itu belum tentu mencerminkan apa yang ada di dalamnya. Sekilas, cinta dan sayang memang terlihat sama… tapi nyatanya…
Cinta ada karena sayang. Rasa sayang yang timbul menyebabkan cinta. Mereka aling berhubungan satu sama lain ‘kan?
Cinta didasarkan pada; pertemuan, simpatik atas dasar kasih sayang; dan itu terjadi pada lawan jenis. Dan sayang itu; rasa peduli, kasihan, dan merupakan curahan rahmat.
Cinta dan sayang itu saling berhubungan. Mereka tak bisa dipisahkan satu sama lain. Jelas tidak ada kasus di mana seseorang hanya mencintai atau hanya menyayangi saja ‘kan?
Well, mulai pada konflik batin saya. Sampai saat ini belum bisa mengartikan, “LOVE” itu berarti sayang atau berarti cinta? Jika berarti cinta, mengapa “LOVE” juga diucapkan oleh seorang kakak kepada adiknya? Seorang ibu kepada anaknya? Jika “LOVE” berarti sayang, mengapa dua sejoli lawan jenis selalu menggembor-gemborkan kata itu?
Lantas, apa maksud kata “LOVE” sebenarnya? Well, menurut kamus bahasa Inggris- Indonesia, jelas disebutkan bahwa “LOVE” berarti cinta. Tapi saya berhak menolak arti itu, mengapa? Saya dengan pikiran yang coba saya sinkronkan dengan hati, “LOVE” bisa berarti cinta dan sayang. Tapi saya takut tidak ada kejelasan jika seseorang menyatakan “I love You” pada pasangannya. Bisa berarti cinta dan sayang.
Saya rasa, semua orang akan setuju… berbicara masalah “LOVE”, masalah cinta dan sayang… takkan ada habisnya.
Nyatanya, masa depan sama dengan pendapat masing-masing orang. Masa depan dan “Cinta dan Sayang” itu bersifat subyektif. Berubah-ubah, pendapat setiap orang bisa saja berubah.
Tapi yang jelas,
Cinta sejati hanya dimiliki Allah. Cinta kita pada Allah yang sejati.
                Bukan hanya abadi, tapi Cinta kita pada Allah itu kekal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tulis apa yang kaurasakan~ rasakan apa yang kautulis~